TIMES BANTUL, YOGYAKARTA – Suasana obyek wisata Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta nampak berbeda dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (29/3/2024). Ratusan wisatawan asyik ngabuburit sambil berburu takjil di kawasan obyek wisata lereng Gunung Merapi.
Para wisatawan lokal dan luar daerah terlihat memadati stan yang didirikan oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Kawasan Tlogo Putri Kaliurang.
“Event Pasar Takjil Kaliurang ke-3 ini untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Sleman,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid.
Rencananya, Pasar Takjil Kaliurang #3 dilaksanakan mulai tanggal 29 hingga 31 Maret 2024. Adapun waktunya dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dalam event itu agendanya meliputi kegiatan Bazar UMKM Kalurahan Hargobinangun dan pelaku pariwisata Kaliurang, pembagian 50 paket sembako dari Baznas untuk masyarakat kurang mampu di sekitar Kalurahan Hargobinangun, Panggung atraksi seni, lomba mewarnai tingkat TK dan Sekolah Dasar serta Flashmob dengan Sanggar Tari Sakura.
“Event ini untuk menggerakan ekonomi masyarakat dan promosi pariwisata. Agar efek ekonominya terasa, kami mmenggandeng pelaku UMKM dan pariwisata di Kawasan Kaliurang untuk menambah daya tarik di destinasi wisata Kaliurang,” terang Ishadi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan bazar UMKM pada Ramadan 2024 ini. Menurutnya, kegiatan pameran UMKM ini bagian dari cara meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Kaliurang selama bulan Ramadan.
Selain itu, kegiatan ini untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan produk khas Kabupaten Sleman sebagai ajang pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sleman.
“Event ini bisa menggerakkan wisatawan antara 300.000 sampai 450.000 orang. Sehingga Pelaku UMKM Sleman menggantungkan usahanya terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan ini merupakan salah satu media promosi offline yang sangat baik karena pelaku UMKM dan Wisata dapat berinteraksi langsung dengan para pelanggan,” kata Kustini.
Kustini berharap acara ini dapat terus berkelanjutan bahkan dikembangkan agar cita-cita mewujudkan pariwisata Sleman maju dan UMKM naik kelas dapat terwujud. Ia berharap acara pameran UMKM yang menjadi ajang ngabuburit para wisatawan untuk berburu takjil ini bisa bertransformasi menjadi Festival Kuliner Kaliurang secara rutin.
“Acara ini bisa adopsi. Setiap bulan kalau perlu ada kegiatan sepert ini dengan menyajikan jajanan umum yang disajikan di Kaliurang,” terang Kustini. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Wisatawan Asyik Ngabuburit Berburu Takjil di Kawasan Wisata Kaliurang
Pewarta | : Rahadian Bagus Priambodo |
Editor | : Deasy Mayasari |