TIMES BANTUL, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) terus mempertegas komitmennya dalam melindungi kesehatan hewan sekaligus keselamatan masyarakat.
Sepanjang 2025, program vaksinasi hewan gratis yang digencarkan terbukti efektif menekan risiko penyakit hewan menular. Hasilnya, Kota Yogyakarta berhasil mempertahankan status bebas rabies dan nihil kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Upaya tersebut dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta dengan fokus pada pencegahan penyakit strategis yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.
Program vaksinasi menyasar hewan ternak hingga Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera atau monyet.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, menjelaskan bahwa vaksinasi rabies gratis telah dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan September 2025.
Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh di tingkat kelurahan, praktik dokter hewan mandiri, serta Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta.
“Program vaksinasi rabies ini bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi hewan peliharaan sekaligus mencegah potensi penularan rabies kepada manusia,” ujar Sri Panggarti, Kamis (15/1/2026).
Berkat konsistensi vaksinasi dan dukungan masyarakat, hingga akhir 2025 Kota Yogyakarta masih dinyatakan bebas rabies. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
PMK dan Penyakit Unggas Berhasil Dikendalikan
Tak hanya rabies, DPP Kota Yogyakarta juga menggencarkan vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Program ini dilaksanakan pada Januari, Februari, Maret, dan Juli 2025.
Hasilnya, sepanjang tahun 2025 tidak ditemukan laporan kasus PMK pada hewan ternak di wilayah Kota Yogyakarta. Kondisi ini turut memperkuat sektor peternakan lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan asal hewan.
Sementara itu, vaksinasi Newcastle Disease (ND) untuk unggas tetap dilakukan secara rutin setiap hari Selasa di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta dengan mekanisme retribusi. Hingga kini, DPP juga tidak menerima laporan adanya kasus ND pada ayam di Kota Yogyakarta.
Ayam Petelur Bantuan Pemerintah Ikut Divaksin
Pada Desember 2025, DPP Kota Yogyakarta juga melaksanakan vaksinasi ayam petelur di Kelompok Ternak Winongo Asri. Ayam-ayam tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.
Vaksin yang diberikan meliputi Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), Egg Drop Syndrome (EDS), Avian Influenza atau Flu Burung (AI), serta Coryza. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ayam petelur sekaligus mendukung produktivitas peternak lokal.
Memasuki tahun 2026, DPP Kota Yogyakarta telah menyiapkan berbagai program lanjutan. Vaksinasi rabies gratis kembali dijadwalkan pada Februari dan September 2026 di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta, kelurahan, serta praktik dokter hewan mandiri.
Selain itu, layanan vaksinasi rabies secara reguler tetap dibuka setiap hari di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta dengan retribusi sesuai ketentuan.
DPP juga merencanakan vaksinasi PMK gratis bagi sapi, kambing, dan domba pada Februari dan Juli 2026. Untuk unggas, vaksinasi ND tetap dilaksanakan rutin setiap hari Selasa. Sementara vaksinasi ayam petelur di Kelompok Ternak Winongo Asri akan menyesuaikan jadwal vaksinasi teknis.
Tak Hanya Vaksin, Pengawasan dan SDM Diperkuat
Selain vaksinasi, Tim Kerja Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPP Kota Yogyakarta juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengawasan lalu lintas hewan, pengawasan hewan kurban, serta pelayanan kesehatan hewan gratis.
Program lainnya mencakup pembinaan unit usaha kesehatan hewan, pelaksanaan Kontes Kuda Andong, monitoring gigitan HPR, sterilisasi kucing gratis untuk pengendalian populasi kucing liar di pasar dan bangunan pemerintah, hingga program sterilisasi bersubsidi.
DPP juga akan terus mengoptimalkan penanganan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), serta pelayanan Poliklinik Hewan dan Rumah Potong Hewan Kota Yogyakarta.
Sri Panggarti menegaskan, berbagai program kesehatan hewan yang telah berjalan diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan pada 2026.
“Upaya ini dilakukan melalui penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, optimalisasi vaksinasi, serta peningkatan surveilans dan respons dini terhadap potensi kejadian penyakit,” katanya.
Dengan penguatan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Pemkot Yogyakarta optimistis mampu mempertahankan status kota yang aman, sehat, serta bebas dari penyakit hewan strategis dan zoonosis. Langkah ini sekaligus mendukung kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (*)
| Pewarta | : Soni Haryono |
| Editor | : Ronny Wicaksono |