TIMES BANTUL, PACITAN – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Pacitan tahun 2025, kabar mengejutkan datang dari internal partai. Ketua DPD Partai Golkar Pacitan periode 2020–2025, Gagarin Sumrambah resmi menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai.
Keputusan tersebut sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut serta dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD Golkar periode 2025–2030.
Gagarin yang kini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan mendampingi Bupati Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan pengunduran diri itu di hadapan awak media di Sekretariat DPD Partai Golkar Pacitan, Jumat (29/8/2025).
“Saya saat ini ingin fokus pada pemerintahan, sekaligus dalam kesempatan ini memberikan peluang kepada kader Partai Golkar yang lain,” ujarnya.
Keputusan Gagarin ini menjadi babak baru dalam dinamika politik internal Golkar Pacitan. Selama satu periode kepemimpinannya, Golkar berhasil mempertahankan eksistensi sebagai salah satu partai besar di Pacitan.
Dengan mundurnya Gagarin, peluang bagi kader lain untuk tampil dan memimpin partai terbuka lebar.
Lebih lanjut, Gagarin memprediksi bahwa dalam Musda mendatang kemungkinan akan muncul satu hingga tiga calon kandidat ketua DPD. “Untuk calon kemungkinan ada satu, dua, atau tiga. Kalau empat tidak mungkin,” imbuhnya sambil tersenyum.
Dinamika Jelang Musda
Musda ke-XI DPD Partai Golkar Pacitan sendiri akan digelar selama dua hari, yakni pada 30–31 Agustus 2025. Agenda utama Musda adalah memilih Ketua DPD Golkar Pacitan periode 2025–2030.
Terkait persyaratan calon ketua, Gagarin menegaskan bahwa aturan sudah tertuang jelas dalam Peraturan Organisasi (PO).
Dalam Pasal 14 ayat 4 dan 5 disebutkan, calon Ketua DPD Golkar harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, pernah menjadi pengurus Golkar tingkat kabupaten atau kecamatan minimal satu periode, serta telah menjadi anggota Golkar secara terus-menerus selama lima tahun.
Selain itu, calon tidak boleh menjadi pengurus partai lain, harus memiliki aksesibilitas yang baik, pernah mengikuti kaderisasi Golkar, berdomisili di Pacitan, serta mendapatkan dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara.
Gagarin juga menegaskan bahwa jabatan Ketua DPD Partai Golkar dibatasi maksimal dua periode. Namun, seorang kader bisa menjabat hingga tiga periode jika memperoleh rekomendasi langsung dari Ketua Umum Partai Golkar.
Dengan demikian, Musda ke-XI DPD Golkar Pacitan tahun 2025 dipastikan akan menjadi momentum penting, tidak hanya bagi partai tetapi juga bagi arah perpolitikan di Kabupaten Pacitan.
Nama-nama calon ketua baru diprediksi akan segera bermunculan, membawa semangat baru untuk menggerakkan mesin partai menuju Pemilu 2029 mendatang. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Breaking News! Wabup Gagarin Mundur dari Kepengurusan Golkar Pacitan Jelang Musda
Pewarta | : Rojihan |
Editor | : Ronny Wicaksono |