KADIN Sleman Dorong 110 Ribu UMKM dan Kampus Segera Beradaptasi dengan AI
Suasana seminar dan workshop 'Transformasi Berbasis AI: Pemberdayaan Dunia Kampus dan UMKM Menuju Daya Saing Global' (Foto: Riyadi Amar/TIMES Indonesia)

KADIN Sleman Dorong 110 Ribu UMKM dan Kampus Segera Beradaptasi dengan AI

Ketua KADIN Sleman Yudi Prihantana menegaskan bahwa AI saat ini sudah bergeser dari sekadar teknologi pendukung menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

TIMES Bantul,Kamis 10 September 2026, 16:31 WIB
226
S
Soni Haryono

JOGJAPerkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin cepat mengubah cara masyarakat bekerja, belajar hingga menjalankan bisnis.

Kondisi ini mendorong Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Sleman (KADIN Sleman) mengajak perguruan tinggi dan pelaku usaha, khususnya UMKM, segera beradaptasi dengan teknologi AI.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar 'Transformasi Berbasis AI: Pemberdayaan Dunia Kampus dan UMKM Menuju Daya Saing Global' yang digelar KADIN Sleman bersama STIE SBI Yogyakarta dan Indosat di Pendopo Parasamya Sleman, Kamis (10/9/2026).

Ketua KADIN Sleman Yudi Prihantana menegaskan bahwa AI saat ini sudah bergeser dari sekadar teknologi pendukung menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

“AI bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan,” tegas Yudi.

Kadin Sleman, STIE SBI dan Indonesia menjalin kerjasama. (Foto: Riyadi Amar/TIMES Indonesia)
KADIN Sleman, STIE SBI dan Indosat menjalin kerjasama. (Foto: Riyadi Amar/TIMES Indonesia)

Menurutnya, perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat membuat pelaku usaha tidak bisa lagi menunggu.

Kemampuan mengadopsi AI dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas, pemasaran, hingga daya saing produk.

Yudi mencontohkan penggunaan AI dalam pembuatan desain kemasan produk.

Jika sebelumnya pelaku UMKM membutuhkan waktu cukup panjang untuk merancang konsep packaging, teknologi AI kini mampu membantu menghasilkan berbagai alternatif desain dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Bagi UMKM, khususnya sektor makanan dan minuman, perkembangan tersebut menjadi peluang besar.

AI tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan ide kreatif, membangun identitas produk dan memperkuat strategi pemasaran.

110 Ribu UMKM Jadi Potensi Besar

KADIN Sleman melihat potensi penerapan AI di Sleman sangat besar. Yudi menyebut terdapat sekitar 110 ribu UMKM yang dapat menjadi bagian dari ekosistem transformasi digital tersebut.

Jumlah tersebut sekaligus menjadi tantangan karena tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan dan akses yang sama terhadap teknologi.

Karena itu, Yudi menilai transformasi AI tidak bisa dilakukan oleh dunia usaha seorang diri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi serta dunia usaha dan industri.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam pengetahuan, riset dan data. Sementara dunia usaha memiliki pengalaman serta ruang untuk menguji pengetahuan tersebut dalam praktik bisnis.

“Kalau kita tidak bergerak mulai hari ini, kita bisa tertinggal,” ujar Yudi.

Yudi menambahkan, KADIN Sleman akan terus membuka ruang kolaborasi antara kampus dan pelaku usaha. Edukasi mengenai AI juga akan diperluas melalui berbagai kegiatan di sejumlah perguruan tinggi.

Pemkab Sleman Siapkan SDM Hadapi Era AI

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan perkembangan AI kini telah menyentuh hampir seluruh sektor kehidupan.

Mulai dari industri, pariwisata, perdagangan, perikanan, peternakan hingga sektor pendidikan dan akademik tidak luput dari pengaruh perkembangan teknologi tersebut.

Karena itu, menurut Abu Bakar, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan.

“Seminar hari ini bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan yang terjadi,” katanya.

Ia menilai masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami sekaligus memanfaatkan teknologi secara tepat agar perkembangan AI memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan perekonomian daerah.

AI Harus Membuat Masyarakat Semakin Berdaya

Sementara itu, Ketua STIE SBI Yogyakarta Saifuddin Zuhri mengatakan revolusi teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, perkembangan tersebut menurutnya tidak boleh berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. AI harus diarahkan agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan keberdayaan masyarakat.

“Teknologi AI harus mampu membuat masyarakat semakin berdaya,” ujarnya.

Saifuddin juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, KADIN Sleman dan Indosat dalam membuka akses pembelajaran AI bagi mahasiswa maupun pelaku UMKM.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar perkembangan teknologi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan dunia usaha.

UMKM Didorong Kuasai Storytelling Digital

Dari pihak Indosat, Aris Ardiyanto menyoroti persoalan lain yang masih dihadapi UMKM, yakni kemampuan menembus pasar digital yang lebih luas.

Menurutnya, banyak pelaku usaha sebenarnya telah memiliki produk yang berkualitas. Persoalannya, produk tersebut belum selalu didukung kemampuan membangun narasi, storytelling, dan komunikasi pemasaran yang menarik.

Melalui program AI Belajar, Indosat bersama Google mendorong mahasiswa dan pelaku UMKM mengembangkan keterampilan praktis dalam menggunakan AI.

Penguatan konektivitas juga menjadi bagian dari transformasi tersebut. Dukungan jaringan internet dibutuhkan agar teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

KADIN Sleman Siapkan Roadshow Kampus

Transformasi berbasis AI yang didorong KADIN Sleman tidak berhenti pada seminar.

Yudi mengatakan KADIN Sleman akan melanjutkan program tersebut melalui agenda roadshow ke sejumlah kampus di Sleman dan sekitarnya.

Setelah kegiatan bersama STIE SBI Yogyakarta pada 10 September 2026, agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada 17 September 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KADIN Sleman membangun ekosistem kolaborasi antara kampus, pemerintah dan dunia usaha.

Dengan jumlah UMKM yang mencapai sekitar 110 ribu, Sleman dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan pemanfaatan AI dalam sektor ekonomi.

Transformasi tersebut diharapkan tidak sekadar membuat pelaku UMKM mengenal teknologi baru, tetapi mampu menggunakannya untuk mempercepat inovasi, memperluas pemasaran, meningkatkan produktivitas dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Bagi generasi muda, penguasaan AI juga diharapkan menjadi bekal penting memasuki dunia kerja dan kewirausahaan yang semakin kompetitif.

Pesannya jelas: era AI sudah berjalan. Kampus dan UMKM Sleman tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mulai menjadi pengguna sekaligus penggerak perubahan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bantul, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.