https://bantul.times.co.id/
Berita

Bukan Engsel, Ini Masalah Terbesar Ponsel Lipat Saat Ini

Kamis, 01 Januari 2026 - 05:31
Bukan Engsel, Ini Masalah Terbesar Ponsel Lipat Saat Ini Ponsel lipat disebut boros daya untuk mendukung kebutuhan layar dengan kecerahan tinggi. (Foto: letsgodigital)

TIMES BANTUL, JAKARTAPonsel lipat kini memasuki fase kematangan. Engsel semakin kuat, lipatan layar kian minim, desain makin tipis, dan sistem operasi sudah dioptimalkan untuk layar fleksibel. Pada 2025, perangkat foldable tak lagi dianggap produk eksperimental, melainkan gawai konsumen yang siap dipakai sehari-hari.

Namun, tantangan terbesarnya bukan lagi soal engsel atau desain, melainkan daya tahan baterai. Sejumlah pengujian menunjukkan sebagian besar ponsel lipat model buku hanya mampu bertahan sekitar 6 hingga 6,5 jam pemakaian aktif—angka yang tergolong pas-pasan dibanding ponsel konvensional.

Pakar smartphone dari phonereview dan beberapa situs smartphone menemukan fakta beberapa model seperti Huawei Mate X7 dan Mate XT Ultimate tampil lebih baik berkat penggunaan baterai silikon-karbon yang berkapasitas besar dalam ruang lebih kecil. Sementara itu, ponsel lipat model flip cenderung lebih efisien karena ukuran layarnya lebih kecil. Bahkan, sejumlah flip foldable mampu menembus lebih dari 7 jam penggunaan, dengan Honor Magic V Flip 2 mencatat hasil terbaik.

Meski begitu, pola pengujian menunjukkan satu hal penting: perbedaan desain, chipset, dan kapasitas baterai tak lagi berdampak signifikan pada peningkatan daya tahan. Ini menandakan ponsel lipat mulai menyentuh batas fisik desainnya.

Menambah kapasitas baterai bukan solusi mutlak. Banyak ponsel lipat kini sudah dibekali baterai di atas 5.600 mAh, tetapi konsumsi daya layar besar beresolusi tinggi serta persoalan pembuangan panas membuat efisiensinya terbatas. Layar justru menjadi komponen paling “haus daya”, terutama pada model buku dan tri-fold yang memiliki lebih dari satu panel aktif.

Di sisi lain, tren desain super tipis juga menjadi jebakan. Upaya produsen membuat ponsel lipat setipis ponsel biasa menyisakan ruang sangat terbatas untuk baterai dan komponen pendukung lainnya. Perangkat ini sulit dibuat lebih tebal tanpa mengorbankan daya tarik utamanya.

Optimalisasi perangkat lunak dan efisiensi chipset memang masih membantu, tetapi dampaknya kian kecil. Industri semikonduktor pun mendekati batas miniaturisasi fisik. Artinya, tantangan baterai pada ponsel lipat bukan lagi sekadar soal rekayasa teknis, melainkan konsekuensi langsung dari bentuknya.

Singkatnya, ponsel lipat saat ini bukan kekurangan inovasi, melainkan menghadapi batas alami yang sulit ditembus oleh desainnya sendiri. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bantul just now

Welcome to TIMES Bantul

TIMES Bantul is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.